08 November 2010

Tata Bahasa Arab 1: Jumlah Ismiyah - Bentuk Majemuk dari Mubtada Marfuu’a



Prerequisite: 
Tata Bahasa Arab 1: Kata BendaTunggal
Tata Bahasa Arab 1: Jumlah Ismiyah - Mubtada Marfuu’a


Bentuk majemuk dari jumlah ismiyah mubtada marfuu'a sebenarnya hanya salinan dari bentuk dasarnya. Frase mubtada dibentuk dengan menyalin dari bentuk awal mubtada. Begitu pula dengan frase khabar yang merupakan salinan dari bentuk awal khabar.

Contoh:
  •  .الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ جَالِسٌ (aththaalibu aljadiidu jaalisun. The new student is sitting. Murid baru tersebut sedang duduk.)
Penjelasan:                                                                                        
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ  (aththaalibu aljadiidu/the new student/murid baru tersebut). Merupakan frase mubtada, membentuk kalimat kompleks. Kedua kata definite ditunjukkan dengan al dan tanpa tanwin. اَلْجَدِيدُ (Al jadiidu) menjadi adjektif yang menerangkan الطَّالِبُ (aththaalibu), disebut sebagai صِفَة(sifah).
  2. خَبَر Khabar:  جَالِسٌ  (jaalisun/is sitting/sedang duduk). Kata ini indefinite ditunjukkan dengan dhammah tanwin, sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه.

  • .الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ اَلْجَمِيلُ  جَالِسٌ    (aththaalibu aljadiidu aljamiilu jaalisun. The new handsome student is sitting. Murid baru yang ganteng tersebut sedang duduk.)
Penjelasan:                                                                                        
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ اَلْجَمِيلُ  (aththaalibu aljadiidu aljamiilu/the new handsome student/murid baru yang ganteng tersebut). Merupakan frase mubtada, membentuk kalimat kompleks. Semuanya definite ditunjukkan dengan al dan tanpa tanwin. اَلْجَدِيدُ اَلْجَمِيلُ  (Al jadiidu aljamiilu) merupakan صِفَة(sifah/adjektif) yang menerangkan الطَّالِبُ (aththaalibu).
  2. خَبَر Khabar:  جَالِسٌ  (jaalisun/is sitting/sedang duduk). Kata ini indefinite ditunjukkan dengan dhammah tanwin, sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه.

  •  .الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ جَمِيلٌ وجَالِسٌ (aththaalibu aljadiidu jamiilun wa jaalisun. The new student is handsome and sitting. Murid baru tersebut ganteng dan sedang duduk.)
Penjelasan:                                                                                        
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: الطَّالِبُ اَلْجَدِيدُ  (aththaalibu aljadiidu /the new student/murid baru tersebut). Merupakan frase mubtada, membentuk kalimat kompleks. Semuanya definite ditunjukkan dengan al dan tanpa tanwin. اَلْجَدِيدُ اَلْجَمِيلُ  (Al jadiidu aljamiilu) merupakan صِفَة(sifah/adjektif) yang menerangkan الطَّالِبُ (aththaalibu).
  2. خَبَر Khabar:  جَمِيلٌ وجَالِسٌ  (jamiilun wa jaalisun/is handsome and sitting/ganteng dan sedang duduk). Kedua kata ini indefinite ditunjukkan dengan dhammah tanwin, sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه.   Wa  وَ yang berarti dan, merupakan penghubung dari kedua kata, penulisannya merapat ke kata berikutnya.

  • .هَذَا القَمِيصُ جَدِيدٌ (Haadzaa alqamiisu jadiidun. This  shirt is new. Baju ini baru.)
Penjelasan:                                                                                        
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: هَذَا القَمِيصُ. Frase ini disebut dengan مُبْتَدَأ بَدَل (mubtada badal) yang artinya bisa dihilangkan salah satu.  Kedua kata spesifik/definite ditunjukkan dengan al dan tanpa tanwin pada القَمِيصُ sebagai بَدَل badal dari هَذَا hadzaa. Haadzaa/this/ini, termasuk اِسْم اشاره ism isyarah/pointing word/kata penunjuk dengan bentuk spesifik/definite
  2. خَبَر Khabar: جَدِيدٌ  jadiidun/new/baru. Ini merupakan khabar, kata tersebut indefinite ditunjukkan dengan dhammah tanwin, sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه.

  • .هَذَا قَمِيصٌ جَدِيدٌ (Haadzaa qamiisun jadiidun. This is a new shirt. Ini baju baru.)
Penjelasan:                                                                                        
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: هَذَا  haadzaa/this/ini, termasuk اِسْم اشاره ism isyarah/pointing word/kata penunjuk. Bentuk kata ini spesifik/definite.
  2. خَبَر Khabar: قَمِيصٌ جَدِيدٌ  qamiisun jadiidun/a new shirt/baju baru. Ini merupakan frase khabar, membentuk kalimat kompleks. Kedua kata tersebut indefinite ditunjukkan dengan dhammah tanwin, sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه.


  •  .هَذَا اَحْمَدٌ طَالِبٌ   (Haadzaa Ahmadun thaalibun. This Ahmad is a student. Ahmad ini adalah murid.)
Penjelasan:
  1. مُبْتَدَأ   Mubtada: هَذَا اَحْمَدٌ(Haadzaa Ahmadun). Haadzaa adalah اِسْم اشاره (ism isyarah/pointing worrd/kata penunjuk). Ahmad, nama orang maskulin, tidak bisa ditambahkan dengan al, harus diakhiri dengan tanwin dhammah, sehingga merupakan مُبْتَدَأ مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه  (mubtada marfuu’a bitanwiinidhammah). Frase ini disebut dengan مُبْتَدَأ بَدَل (mubtada badal) yang artinya bisa dihilangkan salah satu.
  2. خَبَر Khabar: طَالِبٌ (thaalibun/student/murid). Aturan untuk khabar tidak berubah, indefinite diakhiri dengan dhammah tanwin sehingga merupakan خَبَر مَرْفُوعَ  بِتَنْوِين الضَمَّه  (khabar marfuu’a bitanwiinidhammah)

Materi lanjutan:
Tata Bahasa Arab 1: Pengenalan Kata Kerja


16 komentar:

  1. ntar dibaca lagi..
    melihat sepintas yang diatas.. sudah benar..
    nanti pengen berbagi contoh yang unik dari mubtadak dan khobar ini


    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  2. زيد جالس عندك
    ini juga contoh dari mubtada jumlah ismiyah dalam bentuk majemuk.
    زيد: disini sebagai mubtada' pertama
    جالس: disini sebagai mubtada kedua dan juga sebagai khobar untuk زيد
    عندك: disini sebagai khobar dari جالس
    جالس عندك: disini sebagai khobar dari زيد . yang terdiri dari jumlah ismiyah (mubtada' dan khobar)

    semoga dapat dimengerti.. kalau ada yang salah mohon ditanyakan atau di koreksi.. terima kasih..




    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  3. bisa diterjemahkan dulu kalimat tsb. dan diberi harakat? :D

    BalasHapus
  4. جالس عندك maksudnya ini bisa berdiri sendiri? kalau awalnya fi'il kata guru saya, berarti jumlah fi'liyah, bukan jumlah ismiyah. dan jumlah fi'liyah baru diterangkan di kelas dua (saya masih kelas satu).

    BalasHapus
  5. disini artinya zaid duduk denganmu
    zaid sebagai isim alam
    jaaalisun disini bukan fi'il tapi masdar
    indak disini dhorof..


    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  6. dhorofnya kita bahas setelah ini... belum saya upload untuk bab tsb.

    BalasHapus
  7. hu um..
    nah dhorof juga bisa menjadi khobar.. baik dhorof zaman atau makan
    owh ya salah penjelasan jaalisun bukan masdar melainkan isim fa'il




    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  8. mm, ini berarti diterangkan-menerangkan, bukan? mudhaf-mudhaf ilaih?

    BalasHapus
  9. bukan.. kalau mudhof mudhofun ilaih..
    yang jadi mudhofun ilaih haru di jar (kasroh, ya' dll)
    misal عبدُ اللهِ
    abdu mudhof dengan rofa' (dhommah) dan ism jalalahnya mudhofun ilaih dengan jar (kasroh)

    kalau "zaidun jaalisun". itu sebenarnya sudah mubtada khobar yang artinya zaid dalam posisi duduk.


    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  10. berarti bahasannya masih jauh nih hehehe, nggak ngertii, belum nyampe... :D

    BalasHapus
  11. tapi kayaknya mulai ngerti setelah dikasih harakat :D
    jadi mubtadanya zaaidun jaalisun khabarnya indak gitu ya?
    karena jaalisun bukan ism fi'l jadi nggak bisa definite/dikasih al.
    bentuk ini menyebabkan jaalisun sah juga dianggap khabar dari zaid.
    cmiiw.

    BalasHapus
  12. waduh.. harus pelan pelan nie
    zaidun "زيدٌ" sebagai mubtada', sedangkan jaalisun "جالسٌ " ini bukan fi'il "فعل" melainkan ism faa'il "فائل" (dan bisa di beri alif lam "ال" menjadi الجالس) jadi kalau zaidun jaalisun diartikannya zaid adalah orang yang duduk. Jadi disini mubtada'nya adalah zaid dan khoobarnya adalah jaalisun.

    Dan ketika mus memberi tambahan dibelakang kalimat tadi (zaidun jaalisun) dhorof makan "عندك " yang maknanya -bersamamu- maka dhorof ini menjadi khobar dari jaalisun. karena kalimat jaalisun indak ini adalah jumlah ismiyah yang bisa diartikan dia adalah orang yang duduk bersamamu dan kalimat jaalisun indak ini menjadi khobar bagi zaid.

    jadi bila kita terjemahkan menjadi zaid adalah orang yang duduk bersamamu.



    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  13. apakah 'jaalisun indak' saja tanpa zaid benar secara struktur? termasuk jumlah ismiyah atau jumlah fi'liyah? kan kalau jumlah ismiyah bentuknya harus diawali definite dan khabarnya indefinite. saya belum belajar tentang ism fi'l kecuali dia pasti jadi khabar sih... jadi pengen tahu juga, apakah jaalisun bisa jadi mubtada atau kayak sifat yang tidak bisa jadi mubtada?

    BalasHapus
  14. bila jaalisun di contoh anda bisa menjadi khobar kenapa tidak bisa menjadi mubtada'? dan jaalisun indak menurut saya bisa jadi mubtada' khobar karena dia jumlah ismiyah. tapi jumlah ismiyah yg belum sempurna.

    ini menurut pengetahuan saya. coba ditanyakan lagi besok kalau bertemu ustadnya.. terimakasih..


    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    BalasHapus
  15. apakah jaalisun sudah memiliki informasi subjek? kalau belum, bentuknya tidak masuk akal buat saya. mungkin beda ya kalo jalasa indak.
    indak sendiri sebenarnya mudhaf-mudhaf ilaih bukan?

    mohon dibagi ilmunya kalau sudah bertemu dengan ustadnya... pelajaran saya masih jauh dari situ kayaknya..

    BalasHapus